Tubuh manusia mempunyai berbagai organ indera. Masing-masing organ indera dikhususkan untuk mendeteksi adanya rangsang tertentu. Mata mendeteksi adanya cahaya. Hidung dan lidah mendeteksi adanya molekul-molekul zat kimia. Telinga mendeteksi adanya getaran atau gelombang udara. Kulit mendeteksi adanya panas, dingin, sentuhan, dan tekanan. Organ indera bisa menentukan adanya rangsang tertentu karena ada sel-sel reseptor. Reseptor adalah bagian saraf yang menanggapi rangsang. Reseptor tertentu peka terhadap rangsang tertentu

11. Indera Penglihat
Bagaimana matamu bisa mendeteksi adanya cahaya? Indera penglihat mendeteksi adanya cahaya dengan reseptor di matamu yang bisa menanggapi energi cahaya. Pikirkan tentang berbagai benda yang kamu lihat setiap hari. Mengagumkan bukan? Dalam satu pandangan, kamu dapat melihat kata-kata pada suatu halaman buku, foto, dan ayam yang sedang berjalan melintasi kebun. Bagaimana matamu memberitahu tentang keadaan lingkunganmu?
Struktur mata meliputi :
  • Lapisan terluar bola mata, sclera dan kornea terdiri dari jaringan ikat fibrosa. Sklera merupakan jaringan kuat, berwarna putih yang menutup bagian luar bola matamu. Sklera melindungi matamu. Dan Lapisan luar mata yang jernih adalah kornea. Kornea melindungi mata.
  • Tepat di sebelah dalamnya, terdapat lapisan berpigmen dan mengandung pembuluh darah membentuk koroid, badan siliaris, dan iris. Iris merupakan otot. Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Iris juga merupakan bagian yang memberi warna mata.
  •  Lapisan terdalam retina yang mengandung sel fotoreseptor, batang dan kerucut dan sel saraf lain yang membantu tranmisi dan integrasi rangsangan visual.
  • Masukan visual kemudian dibawa melalui saraf optikus ke lobus oksipitalis, tempat pengolahan lebih lanjut.
Mekanisme penglihatan penglihatan melibatkan perangsangan retina oleh cahaya dan konversi energy foton menjadi energy listrik oleh sel fotoresepyor.
  • Foton cahaya berjalan melalui kornea, ruang anterior yang mengandung humor aqueous, pupil, dan lensa tempat foton tersebut menjadi terefraksi, menciptakan sebuah bayangan terbalik
  • Setelah direfraksikan, foton melewati humor vitreous sampai mencapai lapisan retina, menimbulkan perangsangan baik sel batang maupun kerucut
  • Sebagian besar permukaan retina mengandung fotoresptor, walaupun terdapat daerah khusus. Cakram optic tempat saraf optikus keluar dari belakang mata, tidak mengandung fotoreseptor sehingga menciptakan bintik buta anatomis. Daerah dengan ketajaman penglihatan terbaik adalah fovea
  •   Fotopigmen pada akhirnya menciptakan energy listrik. Ketika foton mengenai sel fotoresptor, fotopigmen menyerap cahaya dan mengalami perubahan struktur yang menyebabkan pembangkitkan potensial ion. Dengan demikian energy foto  pertama kali diubah menjadi energy kimia dan kemudian menjadi energy listrik.
  • Sel fotoresptor mentransmisikan implus listrik. Setelah perangsangan sel fotoreseptor, impuls listrik yang dibangkitkan diterima oleh neuron dilapisan retina. Fotoresptor meneruskan informasi listrik ke sel bipolar yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke sel ganglion, akson sel ganglion naik menuju saraf optikus.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peranan Azospirillium dalam Rekombinasi Gen pada Tanaman Padi